Free Web Site - Free Web Space and Site Hosting - Web Hosting - Internet Store and Ecommerce Solution Provider - High Speed Internet
Search the Web
      SistemInformasi.i8.com    
     

Referensi Online Sistem Informasi

 

   
 

      Topik         

Pengantar
Latar Belakang

Sistem
Konsep Dasar
Model Umum  Sistem

Informasi
Konsep Dasar
Mutu Informasi

Sistem Informasi
Konsep Dasar
Komponen SI
Pengembangan Sistem
Diagram Alir Data

Basis Data
Pengertian
Perancangan BD
Abstraksi Data
Basis Data Relasional
Normalisasi
Entity Relationship

Contoh Penerapan
Perancangan Sistem
DAD
Input dan Output
Perancangan BD
Rancangan Tampilan
Rancangan Teknologi
Implementasi
Pembahasan

Referensi
Buku
Tugas Akhir
Internet
Tips

Kontak
Tentang Penulis

 

 

Normalisasi

Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya (Harianto Kristanto, 1994). Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat menambah/insert, menghapus/delete, mengubah/update pada suatu  database. Bila ada kesulitan dalam pengujian itu, maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapati database yang optimal.

Beberapa istilah yang harus diketahui:

1.   Entitas dan himpunan entitas

Entitas adalah individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas menunjuk pada individu suatu obyek. Entitas karyawan, entitas dokter adalah contohnya. Sekelompok entitas yang sejenis membentuk sebuah himpunan entitas (entity set).

2.      Field / Atribut

Field atau atribut adalah deskripsi karakteristik (properti) dari entitas tersebut. Pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting lainnya dalam pembentukan model data. Contoh atribut adalah misalnya atribut nomor induk karyawan, nama karyawan pada entitas karyawan.

3.      Hubungan/ relasi

Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas. Misalnya antara Mahasiswa dan mata_kuliah. Relasi ini nantinya direpresentasikan dalam bentuk kunci-kunci.

4.      Candidate Key (kunci kandidat/kuni calon)

Kunci kandidat adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entitas

5.      Primary Key (kunci primer)

Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian. Setiap kunci kandidat punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada.

6.      Domain

Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. Domain mendefinisikan nama, tipe, format, panjang dan nilai masing-masing item data.

7.      Integritas referensial

Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam basis data relasional untuk menjaga konsistensi data.

8.      Alternate Key (kunci alternatif)

Kunci alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dapat dipakai sebagai kunci primer.

9.      Foreign Key (kunci tamu)

Kunci tamu adalah satu atribut (satu set atribut) yang melengkapi satu relationship (hubungan) yang menunjukkan induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entitas anak dan sama dengan kunci primary induk direlasikan. Hubungan antara entitas induk dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak (one to many relationship).

10.      Atribut harus bernilai (mandatory attribute) dan nilai Null

Atribut harus bernilai ini maksudnya adalah sejumlah atribut pada sebuah tabel yang ditetapkan harus berisi data. Nilai konstanta (Null) digunakan untuk mengisi atau menyatakan atribut-atribut yang nilainya memenag belum siap atau tidak ada.

11.  Atribut turunan (derived atribut)

Derived atrbut adalah atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut atau tabel lain yang berhubungan. Atribut demikian sebetulnya dapat ditiadakan dari sebuah tabel, karena nilai-nilainya bergantung pada nilai dari atribut lainnya.

12.  Kebergantungan Fungsi (functional dependencies)

Definisi dari functional dependencies adalah : diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi pada atribut X dari R jika dan hanya jika setiap nilai X dalam R punya hubungan dengan tepat satu nilai Y dalam R.

13.  Dependensi fungsional sepenuhnya adalah sebagai berikut

Definisi dependensi fungsional sepenuhnya adalah sebagai berikut : Diberikan sebuah relasi R, atribut Y dari R adalah bergantung fungsi penuh pada atribut X dari R juika dan hanya jika atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X dan tidak mempunyai dependensi terhadap bagian dari X.

14.  Kebergantungan transitif (transitif dependencies)

Definisi dari transitif dependencies adalah : Diberikan sebuah relasi R, atribut Z dari R adalah bergantung transitif pada atribut X dari R jika dan hanya jika Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X dan Z mempunyai dependnsi fungsional terhadap Y.

 

Bentuk-bentuk Normalisasi

Pada proses normalisasi ini perlu dikenal dahulu definisi dari tahap normalisasi (Harianto Kristanto, 1994):

  1.      Bentuk tidak normal (unnormalized form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.

2.      Bentuk normal kesatu (1NF/first normal form)

Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam file data (flat file), data dibentuk dalam satu record. Tidak ada set atribut yang berulang-ulang atau atribut bernilai ganda.

3.      Bentuk normal kedua (2NF/second normal form).

Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah menjadi bentuk normal pertama. Atribut bukan kunci haruslah bergantung fungsi secara penuh kepada kunci primer, bukan bergantung hanya sebagian kunci primer saja, sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut yang lain yang menjadi anggotanya.

4.      Bentuk normal ketiga (3NF/third normal form)

Untuk menjadi bentuk normal ketiga, maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut tidak mempunyai ketergantungan transitif terhadap kunci primer.

 

   
     

 SistemInformasi.i8.com  2005